Selamat Datang di My Web Blog

Jumat, 01 Mei 2015

DR. CIPTO MANGUNKUSUMO (1886-1943)


Cipto Mangunkusumo lahir di Pecangkan, dekat Ambarawa tahun 1886. Setelah memperoleh ijazah STOVIA (Sekolah Dokter) di Jakarta, mulailah ia bertugas sebagai dokter pemerintah. Waktu bertugas di Demak, ia banyak menulis karangan yang menceritakan penderitaan rakyat akibat penjajahan Belanda.
Baca Selengkapnya



Karangan-karangan itu dimuat dalam harian De Express. Akibatnya, ia diberhentikan dari jabatan sebagai dokter pemerintah. Pada tahun 1960 dr. Cipto berhasil membasmi wabah pes yang berjangkit di daerah Malang. Pemerintah Belanda menganugerahkanbintang Orde Van Oranye Nassau sebagai peghargaan, tetapi kemudian bintang itu dikembalikannya. Kegiatang di bidang politik semakin meningkat setelah bersama Douwes Dekker dan Suwardi Suryaningrat turut mendirikan Indische Partij tahun 1912. Partai itu adalah partai politik pertama yang berjuang untuk mencapai Indonesia Merdeka. Belum samapai setahun, ia sudah kembali ke Indonesia karena serangan penyakit asma.

Perjuangan selanjutnya diteruskan Cipto dalam Volksraad, mengkritikPemerintah Belanda dan membela kepentingan rakyat kecil. Akibatnya, pada tahun 1920 dr. Cipto diperintahkan meninggalkan Solo, tempat ia giat mengembangkan “Kartini Club” selain menjalankan praktik sebagai dokter. Ia tinggal di Bnadung sebagai tahanan kota, tetapi kegiatan politiknya tidak berhenti. Rumahnya menjadi tempat berkumpul dan berdebat tokoh-tokoh pergerakan nasional, antara lain Ir.Sukarno. Pada tahun 1927 dr. Cipto Mangunkusumo dibuang ke Banda Neira, ia dipindahkan ke Ujungpandang dan dari sana dipindahkan lagi ke Sukabumi, Jawa Barat. Karena udara Sukabumi tidak cocok untuk penyakit asama, dipindahkan ke Jakarta. Tanggal 8 Maret 1943 dr. Cipto Mangunkusumo meninggal dunia di Jakarta dan dimakamkan di Watu Ceper, Ambarawa. Namanya diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Pusat d Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar