Dokter Muwardi lahir di Pati, Jawa
Tengah, pada tahun 1907. Setelah menamatkan STOVIA (Sekolah Dokter), ia
memperdalam pengetahuan sebagai Spesialis Telinga, hidung dan tenggorokan.
Waktu belajar di STOVIA, ia memasuki organisasi Jong Java.
Baca Selengkapnya
Ia pernah Pula menjadi anggota
Indonesia Muda. Organisasi pramuka pun dimasukinya dan pernah menjadi pimpinan
umum Pandu Kebangsaan yang kemudian berganti nama menjadi Kepanduan Bangsa
Indonesia (KBI). Bersama dokter-dokter lain, ia mendirikan Sekolah Kedokteran
di Jebres, Solo. Kemudian Sekolah itu pindah ke Klaten. Sesudah Persetujuan
Renville ditandatangani, situasi politik di tanah air menjadi panas. Partai
Komunis Indonesia (PKI) berusaha merebut kekuasaan negara. Daerah Solo mereka
dijadikan sebagai daerah percobaan. PKI menculik dan membunuh orang-orang yang
menjadi lawan politik mereka. Untuk menghadapi kegiatan tersebut, dr. Muwardi
mendirikan Gerakan Rakyat Revolusioner. Sementara itu, praktik sebagai dokter
tetap dijalankannya. Tanggal 13 September 1948 ia berangkat ke rumah sakit
Jebres untuk melakukan operasi terhadap seorang pasien, walaupun sudah dilarang
oleh anggota staf Barisan Benteng. Sewaktu menjalankan tugas, ia diculik oleh
orang-orang PKI dan kemudian di bunuh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar